Review Buku : Ilmu Pendidikan, Tulisan Drs Dirto Hadisusanto, dkk

H a k e k a t  P e n d i d i k a n

E f f e n d i   M a l i k

http://www.gettingsmart.com/wp-content/uploads/2017/01/Teacher-showing-kids-how-to-use-apps.jpg
Pendidikan merupakan hal yang akan tetap ada mulai dari lahir hiingga akhir hidup seseorang.

Philip H Coombs (1985: 20) mwnyatakan yaitu bahwa pendidikan disamakan dengan arti luas belajar yang dilakukan sepanjang hidupnya mulai dari lahir hingga akhir hidup seseorang (long life process).

Dari segi historisnya, pendidikan telah terjadi sejak manusia pertama berada di dunia. Pendidikan selalu terjadi kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun oleh mereka yang hidup di muka bumi.

Selain itu, pendidikan juga bisa disebut dengan suatu komunikasi antar manusia yang berhubungan secara timbal balik antara dua objek, yakni antara pihak pendidik dan pihak peserta didik. Keduanya melakukan suatu komunikasi dengan tujuan yang jelas dan terarah pada komunikasinya. Komunikasi semacam ini disebut dengan educative communication dalam dunia barat.

http://sahabatmkaa.com/wp-content/uploads/2016/05/ki-hajar-dewantara-800x445.jpg
Salah satu tokoh pembesar pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara

Tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro (1977: 20) dalam bukunya mengatakan bahwa objek utama pada pendidikan terjadi pada anak-anak yang berlaku sebagai pihak peserta didik. Anak-anak sesuai kodratnya, perlu untuk dibimbing oleh orang-orang disekitarnya agar menjadikan diri mereka disebut dengan manusia oleh lingkungan disekitarnya.

Pada suatu sistem pendidikan yang ideal, terdapat berbagai potensi diri yang harus dikembangkan pada masing-masing peserta didik. Menurut George F. Kneller pada tulisan Dwi Siswoyo dkk (1995: 5) mengatakan baha pendidikan merujuk pada suatu tindakan oleh pendidik pada peserta didik yang akan memengaruhi tindakan dan perkembangan pikiran (mind), watak (chatacter), kemampuan fisik (physical ability) masing-masing peserta didik. Pendidikan yang seperti ini akan terus terjadi seumur hidup dan mulai dari ia hidup hingga akhiru hayatnya ( long life process) sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk tuhan.

Negara Indonesia juga memiliki aturan tentang pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi arga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Wherever, whenever, everyone

Dalam pelaksanaannya, aktivitas pendidikan dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Dimanapun seseorang berada, pendidikan akan terus berlangsung pada dirinya baik langsung maupun tidak langsung. Sangat umum dikethaui jika pendidikan sudah terjadi sejak seseorang dilahirkan oleh keluarga, dilanjutkan lagi saat mulai Dmemasuki lingkungan sekolah dan masyarakat saat seseorang sudah mulai mengerti bagaimana cara berjalan dan beradaptasi di dalam masyarakat.

Fungsi dan peran pendidikan dalam kehidupan nyata sangatlah besar dan beragam. Pendidikan menyentuh di berbagai bidang mencakup segi kemanusiaan, bangsa, negara, nasional, internasional, bahkan hingga masalah agama yang berarti urusan dunia dan akhirat seseorang. Sehingga peran-peran seluruh lingkungan sangat diperlukan dalam pendidikan baik formal maupun non formal.

Misalkan pendidikan di dalam keluarga memiliki lingkup keagamaan, kesusilaan, serta tata krama di masyarakat. Keluarga memiliki kewajiban untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang keyakinan akan agama hingga tata cara berlaku dengan adat istiadat yang berlaku disekitar mereka. Lalu di lingkup sekolah formal, mulai dari sekolah dasar hingga akhir perguruan tinggi, nilai pengetahuan dan keterampilan menjadi pokok utama yang harus di kembangkan melalui pendidikan menurut sistem pendidikan yang dijalankan. Serta lingkup masyarakat yang mengajar dan mengembangkan bagaimana cara bermasyarakat seperti nilai-nilai bergotong royong serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

Menjadi manusia seutuhnya di mata masyarakat, menandakan kedewasaannya sebagai seorang peserta didik.

 

Tujuan dari penyelenggaraan pendidikan, sejatinya terarah pada satu hal yang memiliki penjabaran berbagai makna tertentu. Seperti berpengathuan, berketerampilan, dan berbagai nilai atas sikap-sikap sosial di masyarakat. Dalam perumusan tujuan nasional Negara Indonesia yang tercantum dalam undang-undang dasar 1945, “Mencerdaskan kehidupan bangsa” menjadi salah satu landasan bahwa Pendidikan perlu digunakan untuk mewujudkan tujuan nasional Negara Indonesia.

 

Sumber referensi:

Hadi.Dirto,dkk. (1995). Pengantar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta. Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Yogyakarta.

www.uny.ac.id